Loading...

Universitas Airlangga

Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA)

Perjalanan Karier Sampai ke Amerika

Berita Umum | 20 Juli 2020 11:07 wib
Tinggal di luar negeri memang menjadi impian banyak orang, begitu juga yang dialami oleh Ari Sufiati. Beliau merupakan Alumni Ilmu Komunikasi Unair angkatan tahun 1994. Saat ini beliau merupakan Project Manager Apple. Dalam kesempatan seminar ACC (Airlangga Career Club) kali ini beliau menyampaikan bagaimana perjalanannya sampai bisa berkarier di Amerika.


“The sky has no limit”. Itulah kutipan yang disampaikan pertama kali oleh pembicara. “Sejak kecil saya tergolong pemberani. Mimpi saya itu selalu setinggi langit, atau bahkan mungkin di luar langit. Menurut saya langit itu tidak ada batasnya. Mimpi saya juga tidak ada batasnya. Waktu kecil saya sering mambayangkan bagaimana rasanya hidup di luar negeri. Karena waktu itu saya bisanya hanya melihat dari TV. Dari kehidupan saya lalu, secara materi dan ekonomi sangat kecil kemungkinan untuk pergi ke luar negeri. Tapi saya memiliki mimpi yang sangat tinggi”, ungkap Ari Sufiati di awal ceritanya.


“Sejak kecil saya suka bahasa Inggris, karena keluarga saya kebanyakan merupakan dari latar belakang pendidikan. Tante saya merupakan guru bahasa Inggris. Nah, mungkin itu juga yang mempengaruhi saya menjadi suka belajar bahasa Inggris”, lanjut beliau.


Perempuan yang besar dan lahir di Surabaya ini merupakan sosok yang pemberani. Ketika meginjak Sekolah Dasar dulu (SD) beliau sudah berani naik pesawat dan taksi sendiri dari Surabaya ke Banjarbaru. Beliau juga bercerita bahwa ketika kecil dulu sudah berani mengajak berbicara langsung dengan bule jika bertemu di jalan. Hal itu ia lakukan untuk mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya.


Mulanya Ari bercita-cita menjadi dokter, tapi karena takut dengan darah, akhirnya ia memilih jurusan Ilmu Komunikasi. Ketika kuliah dulu beliau juga menjadi guru les untuk anak SD, SMP, dan SMA pada mata pelajaran Fisika dan Kimia. Meskipun mendalami jurusan Ilmu Komunikasi, beliau mengaku tetap senang dengan pelajaran IPA. Dan beliau memang memiliki latar belakang IPA.


Setelah lulus, Ari mendapatkan pekerjaan pertama di Color Radio Surabaya. Karena merasa ia harus mengembangkan bakatnya lebih jauh lagi, Ari pun memantapkan diri untuk pindah di Jakarta. Di ibukota, beliau sempat bekerja di beberapa perusahaan, di antaranya Australian Associated Press, Frankfurter Rundscahu, World Bank, dan berbagai macam perusahaan internasional.


Pada tahun 2005 perjalanan pun dimulai. Di mana ini merupakan titik awal Ari pindah dari Indonesia ke Amerika. Pada saat itu suami Ari diterima bekerja di Amerika, sehingga beliau beserta satu anaknya turut serta untuk pindah ke Amerika, tepatnya di San Fransisco.


Pekerjaan pertama saat beliau di Amerika adalah sebagai apartment manager. Sebelumya Ari sempat tidak bekerja selama 3 bulan sejak setibanya di Amerika. Akan tetapi karena sudah terbiasa dengan pekerjaan maka ia pun berusaha mencari pekerjaan di sana.


Selama 6,5 tahun beliau bekerja sebagai  apartment manager. Selama bekerja itu Ari merasa banyak tantangan yang harus dihadapi. Hal itu mengajarkan beliau untuk harus sabar menghadapi banyak orang, karena menurut beliau di sana kuncinya adalah kepuasan pelanggan.


“Tipikal orang Amerika itu sukanya mengadu ke pengadilan, jadi harus berhati-hati. Saya bersyukur menjadi orang Jawa karena selama saya hidup di Amerika ini dapat menerapkan apa itu nerimo”, ungkap Ari.


Pada tahun 2011, Ari mengupdate akun LinkedInnya. Dari akun tersebut beliau mendapatkan pesan dari salah satu perusahaan untuk menjadi penerjemah Bahasa Indonesia. Setelah lolos tes sebagai penerjemah, beliau pun keluar dari pekerjaaan apartment manager dan pindah di pekerjaan baru.


Ari bercerita ketika menjadi penerjemah itu, Ari mendapakan klien dari Apple. Selama bekerja Ari mulai membuat dokumentasi, screen recording dan catatan tentang bagaimana cara melakukan suatu pekerjaan pada bidang yang diamanahkan kepadanya. Dokumentasi itu dibuat agar memudahkan pekerja baru yang akan bekerja di sana.


Berkat idenya itu, tiga bulan kemudian beliau mendapatkan tawaran dari Apple untuk bergabung dalam perusahaan tersebut. Ari pun menyetujui. Mulanya ia menjadi pegawai kontrak terlebih dulu selama satu tahun, kemudian menjadi pekerja full time.


Pada tahun 2013 ia menjadi trainer untuk pekerja baru di Apple. Pada 2017 hingga saat ini, beliau menjadi project manager. “Di Apple kalau bekerja sudah lebih dari 5 tahun itu dianggap senior. Dan senior biasanya memberikan pelatihan untuk junior dan pekerja baru”, ungkap Ari mengakhiri ceritanya.


Seminar ACC yang diselenggarakan pada Jumat, 17 Juli 2020 ini mampu menarik banyak peserta. Sebanyak 399 peserta hadir dalam seminar yang dilaksanakan via Zoom meeting ini. Seminar dimulai pukul 09.30 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB.


Penulis: Rainyta Andyana Putri

Link
Dilihat 663 kali