Loading...

Universitas Airlangga

Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA)

Jangan Pernah Lakukan Hal-Hal ini ketika Memilih Mentor dalam Berkarier!

Artikel | 01 Maret 2021 04:48 wib
Seorang mentor memegang peran yang sangat penting dalam proses meraih karier impian. Bagaimana tidak, dengan memiliki mentor kita tak hanya mendapatkan petuah-petuah berharga, tapi juga jadi lebih terarah dalam menyusun strategi dalam meraih karier impian. Agar Ksatria Airlangga tak salah dalam memilih mentor berkarier, DPKKA mengadakan webinar ACC khusus bersama Bapak Restu Bagus Wicaksno yang bertemakan “Career Mentoring: Mentormu Penentu Karirmu” (01/27).

                  Bapak Restu Bagus Wicaksno merupakan Founder dari Karircare Indonesia sekaligus alumni FEB UNAIR lulusan tahun 2009. Dalam sesinya di webinar ACC kala itu, Bapak Restu Bagus Wicaksno mewanti-wanti para peserta agar tidak melakukan kesalahan dalam memilih mentor. Menurutnya, mentor merupakan figure penting dalam mengembangkan karier karena mentorlah tempat kita mengonsultasikan segala kebingungan selama merintih karier.


            Terlepas dari pentingnya memiliki mentor, ternyata memilih mentor juga tidak boleh sembarangan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan agar kita bisa memilih mentor yang cocok dengan tujuan karier kita. Agar tak salah dalam memilih mentor berkarier, Bapak Restu Bagus Wicaksno berpesan agar tidak melakukan 3 hal berikut ini:


Nggak Mau Memilih Mentor yang Nggak Terkenal

            Memang tidak ada yang salah dengan memilih mentor yang sudah terkenal. Namun yang perlu digaris bawahi bukanlah terkenal atau tidaknya calon mentormu, akan tetapi kesesuaian minat, pencapaian, dan pengalamannya dengan tujuan kariermu. Kamu tidak perlu ragu saat memilih mentor yang tak seberapa terkenal. Selama calon mentor yang kamu pilih memiliki latar belakang yang searah dengan tujuan kariermu, maka kamu akan lebih terbantu dalam menggapai karier yang kamu tuju.


Menghindari Mentor yang Galak

            Sebenarnya jika kamu mau memikirkan kembali, calon mentormu tak benar-benar galak. Bukannya jahat atau apa, mentor yang galak justru mendorongmu untuk lebih disiplin dan konsisten. Justru sebaliknya, jika calon mentormu nanti terlampau lemah lembut, ada kemungkinan kamu malah terjebak dalam zona nyaman dan lambat berkembang. Seperti yang dikutip dari Bapak Restu Bagus Wicaksno, “Mentor yang tegas = karier jelas”.


Menerapkan One Mentor for All

            Kesalahan yang sering dilakukan kebanyakan orang dalam mentoring salah satunya adalah mengonsultasikan bermacam-macam aspek ke satu mentor yang sama. Pahami prinsip utama dalam memilih mentor; mentor yang pas adalah mentor yang memiliki kecocokan dengan tujuanmu. Ada baiknya kamu memiliki banyak mentor yang berbeda-beda sesuai kebutuhan atau tujuan yang ingin kamu capai. Jika kamu ingin sukses dalam hal akademik, maka pilihlah mentor yang memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan ilmu yang sedang kamu pelajari. Jika kamu juga ingin sukses dalam berwirausaha, maka jangan melakukan mentoring ke orang yang sama. Kamu harus mencari orang lain dari bidang bisnis agar mentoring-mu tepat sasaran.


            Itulah kesalahan-kesalahan yang wajib kamu hindari dalam memilih mentor. Dalam webinar yang dihadiri oleh lebih dari 400 pendaftar itu, Bapak Restu Bagus Wicaksno tak hanya memaparkan hal-hal yang tak boleh dilakukan dalam memilih mentor, tapi juga menjelaskan cara mendekati dan menjalin hubungan baik dengan calon mentor kita.

 


 

Penulis: Seila Shofyan
Link
Dilihat 64 kali