Loading...

Universitas Airlangga

Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA)

Dari Sampah Jadi Nafkah: Pemanfaatan Limbah dan Sampah untuk Komoditas Ekspor

Berita Umum | 28 April 2021 03:25 wib
“Harus punya tujuan, purpose of life. Apabila tidak punya tujuan hidup, tanpa kita sadari, kita hanya menghabiskan waktu di wc saja”, inilah salah satu kutipan menarik dari sesi Airlangga Entrepreneur Club yang bertajuk “Merubah Sampah menjadi Komoditas Berpeluang Eksport” (10/03).


Limbah sisa produksi dari berbagai komoditi ternyata dapat dimanfaatkan, diolah, dan menghasilkan keuntungan. Achmad Habib Muzakky (bakulan lintas negara & eksportir Timur Tengah) dan Andi Sirait (eksportir Jepang, CEO CV Yukari Cahaya Abadi & PT SIrait Pande Rapan) merupakan bukti nyata bahwa pengolalan limbah atau sampah bisa jadi peluang sumber nafkah.


Bapak Andi menyatakan semua orang memiliki potensi untuk bisa mengekspor produk. Caranya adalah dengan menggunakan sarana berupa gawai seperti handphone dan laptop, mengikuti pameran industri di tingkat lokal dan internasional untuk melihat perkembangan pasar, belajar dari lingkungan, dan melakukan riset untuk memastikan keamanan dari produk limbah yang akan diolah dan diekspor.


            Dalam sesi webinar yang sama, Airlangga Entrepreneurship Club (AEC) yang dihelat pada 10 Maret 2021, dengan tema 'Merubah Sampah menjadi Komoditas Berpeluang Ekspor', Bapak Achmad Muzakky juga menyampaikan perjalanan luar biasa sebagai seorang eksportir. Beliau merupakan alumni Universitas Airlangga yang kini menjadi seorang bakulan lintas negara, julukan spesial oleh Bapak Achmad. Bapak Achmad  membuka sesi webinarnya dengan sebuah moto yang menggugah, "only I can change my life, no one can do it for me and you are never too old to set another foal or to dream a new dream. Harus punya tujuan, purpose of life. Apabila tidak punya tujuan hidup, tanpa kita sadari hanya menghabiskan waktu di wc saja".


Oleh karena itu, Bapak Achmad senantiasa berusaha untuk melihat peluang sejak duduk di bangku SMA. Beliau telah mengasah insting bisnisnya dengan menganalisa barang-barang di sekitar yang memiliki nilai jual kemudian mulai menjajakan barang tersebut. Sehingga, kini beliau telah berhasil menjalankan bisnis ekspornya. Dihadapan sebanyak 298 peserta, Bapak Achmad berpesan bahwa yang perlu dilakukan jika ingin memulai bisnis ekspor adalah mencari pasar dan memiliki produk terlebih dahulu. Mangsa pasar ekspor sangat masif dan memiliki banyak potential buyer, sehingga kesempatan sangat terbuka untuk memulai bisnis ekspor.

 


 

Penulis: Rarasanti Rania Qodri
Editor: Seila Shofyan

Link
Dilihat 47 kali