Loading...

Universitas Airlangga

Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA)

Podcast Makin Ngetrend, Dari Cuap Bisa Jadi Cuan

Berita Umum | 07 Juni 2021 03:43 wib
Seiring berkembangnya teknologi informasi dari tahun ke tahun, memunculkan pola konsumsi konten bagi generasi muda dan millennials beralih dari push media seperti radio dan tv, menuju ke on-demand seperti Youtube, Netflix dan Spotify. Seperti halnya podcast, kepopulerannya pun juga mengalami peningkatan signifikan di beberapa tahun terakhir.


Spotify bahkan mempredikasikan akan ada 2,2 miliar pendengar podcast per bulan pada tahun 2024, dan Indonesia menjadi negara terbanyak jumlah pendengar podcast di Asia Tenggara. Survey ini mereflekskan bahwa Podcast mulai ngetrend dan berpotensi besar bagi para content creator, bukan?


Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang belum paham tentang bagaimana memproduksi podcast yang menarik pendengar. Padahal, profesi sebagai podcast content creator tak kalah menjanjikannya dengan content creator pada platform lain. Walau cuma modal cuap, jadi podcast content creator ternyata juga bisa mendatangkan cuan.


Potensi dari keberadaan podcast ini mendorong DPKKA untuk mengadakan webinar tentang cara memproduksi podcast. Melalui sesi yang bertema “Tren Podcast Masa Kini: dari Cuap hingga Cuan” ini diadakan pada 27 Mei lalu. Dengan mendatangkan narasumber dari KBR Indonesia, sebuah platform podcast berbasis jurnalisme, peserta dapat memperluas wawasan tentang dunia podcast lewat webinar siang itu.


Membuat podcast juga tidak rumit asalkan kita mengetahui beberapa cara efektif dalam pembuatannya. “Pertama, perlu dikonsep seberapa jauh atau seberapa lama akan membicarakan poin A kemudian harus lanjut ke poin B dan C,” jelas Wydia Angga, salah satu pemateri webinar siang itu. Setelah membuat konsep, dilanjutkan dengan proses perekaman. Perempuan yang akrab disapa Angga ini menjelaskan bahwa merekam podcast sebenarnya dapat dilakukan melalui fitur perekam suara di handphone.


“Beberapa banyak kok yang mengungkapkan dapurnya. ‘Saya cuma pakai rekaman handphone’ dan kualitasnya cukup bagus,” jelas Angga. “Kamu pakai peralatan semahal apapun tapi tidak bisa menggunakannya, artikulasi penyiar juga nggak jelas, itu juga pada akhirnya gagal,” tegas Angga. Setelah bisa merekam dengan baik, kemudian kuasai editing. “Editing podcast bisa pakai aplikasi audio editing. Ada yang simpel, ada juga yang advance,” pungkas Wydia.


Webinar ini pun mendapat sambutan yang positif dari sejumlah 150 peserta. Bagaimana tidak, mereka tak hanya dibekali ilmu tentang dunia podcast tapi juga diberi tahu cara memproduksi podcast yang menarik bagi pendengar. Dengan mengikuti webinar ini peserta juga jadi paham konten-konten podcast seperti apa yang berpotensi menghasilkan cuan.

 


Penulis: Agnes Ikandani
Editor: Binti Q. Masruroh
SUmber: http://news.unair.ac.id/2021/06/06/melirik-peluang-berkarya-melalui-podcast/


Link
Dilihat 78 kali