Loading...

Universitas Airlangga

Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA)

Tips Membangun Usaha di Masa Pandemi

Berita Umum | 25 Nopember 2021 02:32 wib
DPKKA UNAIR - Sudah hampir dua tahun pandemi menghantam Indonesia. Dalam kurun waktu yang singkat itu, ribuan bisnis terpaksa harus gulung tikar dihantam pandemi. Namun bencana ini tak begitu kuat untuk menumbangkan bisnis yang dimiliki oleh Hendy Setiono. Baginya, pandemi justru membuatnya lebih tertantang untuk menciptakan inovasi-inovasi baru agar bisnis yang ia jalankan kebal terhadap hantaman pandemi.



Para pelaku usaha harus lebih pintar dan jeli dalam memilih jenis usaha yang akan dibuka agar tetap bisa survive di masa pandemi. Menurut Hendy Setiono, peluang bisnis  yang cukup besar saat ini adalah usaha Food and Beverage (F&B). Dalam pemaparannya pada Airlangga Entrepreneur Club yang diselenggarakan oleh DPKKA UNAIR, dia menyebut bahwa di situasi apapun setiap manusia pada dasarnya pasti membutuhkan makanan. “Saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah kesehatan, pendidikan, dan makanan. Melihat tingginya kebutuhan itu, tentu prospek bisnis F&B akan sangat menjanjikan,” jelasnya pada Rabu (18/11/2021).


Founder dan CEO Baba Rafi Enterprise itu menutrkan adanya tiga alasan yang menjadikan bisnis F&B sangat menguntungkan. Pertama, pemilihan lokasi untuk membuka gerai F&B menurutnya sangat fleksibel. Bahkan, seseorang bisa menjadikan garasi atau halaman rumahnya sebagai tempat usaha. Selain itu, inovasi dalam membangun bisnis F&B juga dianggapnya mudah. Para pelaku usaha bisa membuat inovasi baru dengan menciptakan menu-menu kekinian, unik, dan berpotensi viral.


“Alasan lainnya adalah profit bisnis ini sangat berlipat karena harga bahan mentah makanan cenderung terjangkau. Dengan inovasi menu dan strategi yang dilakukan, F&B bisa mendatangkan keuntungan yang maksimal,” ungkapnya. Meski begitu, pria yang biasa disapa Hendy itu mengatakan bisnis F&B juga memiliki tantangan tersendiri. Semakin banyaknya orang yang beralih sektor untuk membuka usaha makanan menjadikan kompetisi dalam bisnis ini sangat ketat. Dengan begitu, calon konsumen tentu akan membandingkan satu produk dengan produk lainnya sebelum membeli.


Melihat kondisi itu, Hendy menuturkan bahwa selain inovasi menarik, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan dulu target pasarnya siapa. Maksudnya adalah produk yang dipasarkan itu nantinya ditargetkan untuk golongan menengah ke bawah atau ke atas dan range usia berapa. Setelah itu, food safety issues menjadi hal wajib yang harus dipenuhi di tengah pandemi sekarang ini. Strategi lainnya adalah menata strategi promosi. Menurutnya, promosi bisa dilakukan dengan memanfaatkan sosial media, berkolaborasi dengan influencer, atau menggunakan online delivery service.  


“Proses marketing dan promo di awal memang penting, tapi yang lebih utama adalah bagaimana para konsumen tersebut mau melakukan repeat order. Oleh itu, serving cistomer menjadi penting untuk diperhatikan sebelum memulai bisnis,” ucapnya mengakhiri sesi pemaparan.



Penulis: Nikmatus Sholikhah

Editor: Feri Fenoria

Sumber: UNAIR NEWS

Link
Dilihat 35 kali