Loading...

Universitas Airlangga

Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA)

Mengisi Waktu Luang dengan Berinovasi Sebaik Mungkin

Berita Alumni | 06 Nopember 2020 08:15 wib
Era Krisna merupakan nama bisnis yang saat ini sedang ditekuni oleh Era Wardhani Krisnayanti, alumni jurusan Sastra Inggris yang masuk pada tahun 1992. Usaha yang dimulai pada tahun 2015 ini bergerak di bidang fashion etnik.

Pada mulanya Era tidak menekuni bisnis ini secara serius. Ia mengaku hanya untuk mengisi waktu kosong saja. Dulunya Era merupakan pekerja kantoran sejak lulus kuliah. Ia sempat bekerja di hotel bahkan bekerja di luar kota, yaitu Lamongan. Era mengaku bahwa selama ia bekerja di Lamongan,  setiap harinya ia harus Pulang-Pergi (PP) dari Surabaya ke Lamongan. Berangkat jam 6 pagi dan pulang jam 8 sampai 9 malam. Hal itu dilakukan Era selama tiga tahun.

Seiring berjalannya waktu dan atas saran suami, Era memutuskan untuk tinggal di rumah dan berhenti bekerja. Akan tetapi karena sudah terbiasa dengan bekerja tidak nyaman rasanya bagi Era jika hanya berdiam diri di rumah.

“Mungkin sudah jalannya dari Allah secara tidak sengaja ketika jalan-jalan ke luar saya melihat banner yang menuliskan bahwa Susan Budiharjo sedang membuka kelas baru untuk fashion desain. Mulai dari desain, menjahit, merchandising, dan lain-lain. Dengan niat untuk mengisi waktu luang, maka saya ikut kelas tersebut”, ungkap Era.

Niat awal yang dimiliki Era adalah ia ingin bisa membuat baju yang dapat digunakan sendiri dan keluarganya. Ternyata di perjalanan kelas guru-gurunya berpendapat bahwa desain Era layak jual, sayang jika tidak dikembangkan ke ranah bisnis. Karena tantangan dari guru-gurunya tersebut, Era mulai menjual hasil karyanya.

Pada mulanya Era juga menjual barang hasil membeli di tempat lain. Penjualan pertama dilakukan ketika ia menemani suaminya workshop atau seminar dari tempat satu ke tempat lain. Ia membawa hasil karyanya untuk ditawarkan. Dari sana Era banyak mengenal orang-orang dari Disperindag kota dan Dinas Koperasi. Dari sanalah ia tahu kalau untuk menjadi binaan dinas ia harus memiliki barang-barang sendiri. Tidak boleh barang-barang orang lain yang dijual lagi.

Sejak mengetahui hal itu ia tidak pernah menjadi reseller lagi. Era mulai memproduksi semua barangnya sendiri. Tanpa diduga dari sana justru banyak jalan yang terbuka untuk Era . Mulai banyak penawaran-penawaran yang datang, seperti pesanan seragam, hingga kolaborasi dengan Cak Ning. Bisnis Era diminta untuk menjadi pakaian grand final Cak Ning. Pernah juga ada acara penobatan Puteri Nusantara, miss grand internasionalnya menggunakan baju hasil desain Era. Sejak saat itu akhirnya Era mulai serius dalam menjalankan bisnisnya.

Awalnya Era hanya memiliki dua mesin jahit dan mesin obras. Satu ruang di rumahnya ia sulap menjadi butik. Hingga saat ini Era memiliki empat karyawan. Jika ada pesanan dalam jumlah besar, keempat penjahitnya akan mengajak teman-teman lain untuk membantu mengerjakan.

Menurut Era, hambatan yang acap kali dialami terletak dalam bidang pemasaran. Saat ini bisnisnya juga dituntut untuk melakukan pemasaran secara online. Banyaknya pesaing yang memasang harga murah juga menjadi hambatan bagi Era. Pesaingnya kebanyakan membeli batik printing dari China sehingga seratus ribu rupiah sudah bisa mendapatkan beberapa potong. Sedangkan bisnis Era cenderung ke batik tulis dan batik cap.

Batik yang diproduksi Era adalah batik handmade, sehingga membutuhkan waktu pengerjaan yang tergolong lama. Selain itu, biaya yang dibutuhkan pun tergolong lebih besar. Tantangan terberatnya adalah pesaing-pesaing tersebut yang mengimpor barang sehingga harganya lebih murah. Pasar yang dituju Era saat ini adalah middle up karena harga yang dipatok sendiri sesuai dengan kualitas yang diberikan.

“Keluarga sangat mendukung penuh bisnis yang saya jalani ini. Keluarga juga mendukung ketika saya pergi ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri untuk mengembangkan bisnis”, ungkap Era.

Inovasi yang ingin dikembangkan adalah memasarkan produk pada kelas menengah ke bawah. Tujuannya agar semua kalangan dapat mengonsumsi hasil karyanya. Rencananya Era akan membuat desain yang sama akan tetapi bahan-bahan yang digunakan lebih terjangkau. Era juga berencana akan membuat dua brand untuk masing-masing tujuan pemasaran.

“Kalau punya keinginan jangan cuma diawang-awang, tetapi harus nyebur, dan meluaskan jaringan”, pesan Era untuk para wirausahawan lainnya.
Link
Dilihat 96 kali