Loading...

Universitas Airlangga

Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA)

Memegang Teguh Tiga Pilar: Love, Friendship, and Happiness

Berita Alumni | 06 Nopember 2020 12:24 wib
“Hiduplah yang sehat dan bahagia, jadikanlah itu tujuan yang paling esensial. Kalau menjadi sukses adalah sehat dan bahagia, maka segala sesuatu akan mengikuti. Sehat secara dompet, bahagia secara materi”, itulah Nur Cholis alumni fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Mashroom Factory merupakan bisnis yang bergerak di bidang food and beverage yang berdiri sejak tahun 2008. Bisnis ini pada mulanya dirintis sejak tahun 2006 oleh Nur Cholis bersama satu temannya. Kemudian mulai secara resmi berdiri pada tahun 2008.

Motivasi awal Nur Cholis memulai usaha adalah ingin memiliki nilai-nilai sosial yang dapat membantu banyak orang. Selain itu, Cholis juga ingin mendapatkan uang yang lebih dengan berwirausaha.

Berwirausaha memiliki banyak manfaat, seperti memperluas koneksi pertemanan, dapat mencoba banyak hal, serta dapat mengeksplor apa saja yang diinginkan. Melalui relasi bisnis pula Cholis dapat bertemu dengan Shinta Kamdani, seorang pengusaha perempuan yang menjadi nahkoda perusahaan keluarganya, Sintesa Group. Selain itu, Cholis juga pernah berbincang bersama Noni Purnomo, Direktur Utama Blue Bird.

Modal awal yang digunakan Cholis saat itu adalah dengan menjual 1 buah sepeda motor miliknya. Pada saat itu motor miliknya laku dijual senilai 12 juta rupiah. Modal awal tersebut masih kurang karena banyak hal yang diinginkan, salah satunya karena jiwa muda yang menggebu sehingga Cholis Ingin terlihat keren dengan berbisnis.

Karena keterbatasan modal yang dimiliki, Cholis kemudian menggandeng teman lain sehingga terkumpullah modal sekitar 20 juta rupiah. Pada mulanya Cholis dan temannya berjualan kecil-kecilan terlebih dahulu. Cholis dan temannya juga berencana membuka tempat di Tunjungan Plaza, tetapi modal yang dimiliki oleh Nur Cholis dan teman-temannya tidak cukup karena untuk uang muka berjualan di Tunjungan Plaza saja dibutuhkan uang sebesar 68 juta rupiah pada saat itu.  Karena tidak patah semangat, kemudian Cholis mencari teman lain untuk berkongsi dengannya.

Mashroom Factory pertama kali dijalankan oleh dua orang, dan menurut Cholis keduanya bertindak sebagai dirjen (direktur ijen), atau semua hal dikerjakan sendiri selama 24 jam. Cholis juga menyampaikan bahwa berwirausaha harus rela meluangkan waktu dan tenaga yang lebih. Berwirausaha harus banyak belajar menghadapi berbagai situasi yang terjadi.

Pada saat memulai usaha berbagai hambatan baik internal maupun eksternal telah dilalui oleh Cholis. Hambatan internal yang dihadapi adalah kurangnya modal usaha, tidak ada yang membantu, dan tidak memiliki tempat untuk meminjam uang.

Hambatan eksternal yang pernah dilaluinya selama membangun bisnis adalah diremehkan banyak orang, termasuk orang-orang terdekatnya. Menurutnya, persepsi negatif orang lain sangat perlu untuk dihadapi, sehingga ke depannya dapat diambil pelajaran yang berharga.

“Cara mengatasi hambatan adalah dengan mencari teman sebanyak-banyaknya yang bisa membantu kita. Kita bisa tahu teman-teman yang benar-benar baik dapat dilihat ketika kita susah”, tegas Cholis.

Ia juga menambahkan bahwa setiap orang khususnya para pemuda sangat perlu untuk memperluas koneksi pertemanan. Cholis pribadi membuat prinsip yang diberi nama coffea time. Jam terbang yang dilakukan untuk coffea time sebanyak-sebanyaknya 100.000 jam. Setiap pagi, siang, sore, malam dan kapan pun Cholis banyak melakukan pertemuan dengan orang-orang baru.

“Dengan memperluas network kita bisa banyak belajar dan tanpa disangka bertemu dengan orang-orang itulah yang bisa membantu kita suatu saat nanti”, ungkap Cholis.

Tujuan dari Mashroom sendiri adalah leaving successfully. Artinya benar-benar hidup dalam kenyamanan dan kebahagiaan. Mashroom Factory saat ini telah menjadi distributor untuk industri layanan makanan, Horeca. Mashroom Factory menjadi konselor untuk beberapa Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Selain itu, saat ini Mashroom Factory juga sedang mengembangkan budidaya jamur sendiri. Cholis yakin untuk ke depannya orang-orang akan banyak mengatur pola hidup sehat dan mengelola makanan sehat. Sehingga budidaya jamur memiliki potensi yang besar untuk berkembang.

Pesan yang disampaikan oleh Cholis adalah “Kerjakan hal apa saja yang kita suka. Kemudian juga mengerjakan semua hal dengan sebahagia mungkin”.

Cholis menyampaikan tiga pilar yang perlu dipegang oleh setiap orang adalah love, friendship, dan happiness. Setiap orang akan mengalami banyak hal yang tidak terduga, mungkin merasa tertekan, tidak dipercaya, bahkan diremehkan.

“Jangan menjadi manusia yang kontradiktif, ketahuilah bahwa yang dilihat tidak seperti yang dirasakan. Orang Jawa bilang sawang-sinawang. Kita perlu mengetahui banyak risiko yang akan kita alami. Misal jika kita ingin menjadi kaya, pelajari dan pahami apa yang orang-orang kaya lakukan. Dan jangan lupa risiko menjadi orang kaya itu juga besar”, pesan Cholis.
Link
Dilihat 99 kali